Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Berakhir, Ini Penjelasan Resmi WHO
- Irfan Rahardian
- Jul 3
- 1 min read

SOLO, GemaKata - Tepat pada Kamis, 2 Juli 2026 ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwasanya wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar berakhir setelah orang-orang yang teridentifikasi terpapar menunjukkan hasil tes negatif untuk virus tersebut sehingga dapat menyelesaikan masa karantinanya.
Wabah hantavirus ini cukup menarik perhatian banyak orang karena merupakan kasus pertama yang tercatat terjadi di sebuah kapal pesiar. Hal ini tentunya memberikan perhatian khusus otoritas kesehatan internasional untuk menyusun protokol baru dalam rangka menangani hampir 100 lebih penumpang ketika tiba di daratan.
Berdasarkan data terakhir, terdapat 13 orang yang terinfeksi dan sebanyak tiga orang meninggal dunia. Hal yang menjadi pemicu lainnya adalah karena keterlibatan virus Andes, strain hantavirus langka yang banyak beredar di wilayah argentina dan Chili.
Awalnya wabah hantavirus teridentifikasi pertama kali pada bulan April 2026 di Kapal pesiar MV Hondius yang berangkat dari Argentina pada 1 April 2026.
Dalam mengatasi kasus ini, WHO mengadopsi strategi Argentina saat menangani wabah virus Andes pada 2019, mengingat keduanya berasal dari varian yang sama.
Abdi Rahman Mahmud selaku Direktur Departemen Koordinasi Kewaspadaan dan Respons WHO menegaskan bahwa penerapan langkah kesehatan masyarakat yang disiplin menjadi kunci untuk memutus penularan agar tidak berkembang menjadi epidemi skala besar. Oleh karena itu, fokus WHO saat ini bertumpu pada isolasi pasien yang terinfeksi serta pelaksanaan karantina bagi penumpang lainnya di bawah pengawasan otoritas negara terkait.
Pakar infeksi University of Texas Southwestern Medical Center, Krutika Kuppalli, menilai pelacakan kontak wabah ini serupa dengan penanganan Ebola dan campak. Terkait regulasi penanganannya, WHO menyatakan bahwa panduan resmi masih dalam tahap penyelesaian akhir hingga Kamis malam waktu setempat.




Comments