Iran Beri Peringatan untuk AS Dan Israel Tidak Melakukan Serangan Menjelang Pemakaman Khamenei.
- Brigita Nicole Silalahi
- Jul 3
- 2 min read

DUBAI, GemaKata - Menjelang prosesi pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan udara di hari pertama perang militer Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak meluncurkan serangan.
Sementara itu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan agar pihak musuh, khususnya AS dan Israel, tidak salah mengambil langkah. Melalui media pemerintah, ia memperingatkan adanya balasan mematikan dari angkatan bersenjata Iran jika ada ancaman atau agresi yang menyasar negara mereka.
Rangkaian prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung mulai 4 Juli di Teheran dan akan berakhir dengan pemakaman di tanah kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli. Di sela-sela tanggal tersebut, upacara penghormatan juga akan digelar di Qom serta Irak.
Ketegangan sempat meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, sebagai "target pembunuhan." Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Teheran akan langsung membalas dengan keras setiap ancaman terhadap rakyat maupun pemimpin mereka.
Guna mengamankan situasi, media lokal melaporkan adanya pengetatan keamanan serta pemberlakuan pembatasan wilayah udara sementara di beberapa kota, termasuk Tehran dan Mashhad.
Situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase krusial, di mana komunitas internasional mengkhawatirkan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas. Sejumlah maskapai penerbangan internasional dilaporkan mulai mengalihkan rute penerbangan mereka untuk menghindari wilayah udara Iran demi keselamatan, menyusul pengumuman pembatasan wilayah udara oleh otoritas Teheran.
Banyak pihak berharap periode berkabung nasional ini tidak dinodai oleh konfrontasi militer baru. Namun, dengan retorika saling ancam yang terus menajam antara Teheran dan Tel Aviv, kawasan tersebut diprediksi akan tetap berada dalam status siaga satu hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai dilaksanakan.




Comments