top of page

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer Mengumumkan Pengunduran Diri dari Jabatannya

  • Belva Safina Winasis
  • Jun 22
  • 1 min read

Updated: Jul 3

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya (Foto: REUTERS/Jack Taylor)
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya (Foto: REUTERS/Jack Taylor)

Inggirs, GemaKata - Belum selesai dengan pemberitaan ketidakstabilan politik, Inggris kembali diguncangkan oleh pengumuman Keir Starmer yang akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri Inggris. Hal ini telah disampaikan kurang dari dua tahun setelah Starmer meraih kemenangan telak dalam pemilu pada saat itu.


Setelah beberapa lama menjabat Starmer mengungkapkan bahwa dukungan terhadap kepemimpinannya dalam internal partainya sudah melemah.


“Pertanyaan yang diajukan partai saya saat ini adalah apakah saya masih orang yang paling tepat untuk memimpin kami menuju pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari fraksi parlemen partai saya atas pertanyaan tersebut, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada," ujar Starmer.


Kemudian, Ia menambahkan penyataan mengenai proses pencalonan pemimpin baru akan dibuka pada 9 Juli mendatang. Pihak otoritas menargetkan perdana menteri pengganti sudah resmi terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada september 2026.


Selama keberlangsungan pencalonan nama yang paling banyak disebut sebagai pengganti Starmer adalah Andy Burnham, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester. Namanya terangkat semenjak keberhasilannya yang mengalahkan kandidat dari Nigel Farage dan partainya, Reform UK, yang selama lebih dari setahun memimpin berbagai survei opini nasional.


Meski terjadi drama pengunduran diri di level tertinggi pemerintahan, pasar keuangan Inggris terpantau merespons situasi ini dengan cukup tenang dan tetap stabil. Para pelaku pasar dinilai telah mengantisipasi transisi kepemimpinan tersebut jauh-jauh hari.


Kendati demikian, tugas berat sudah menanti siapapun perdana menteri yang akan terpilih nanti. Pemimpin baru Inggris dipastikan bakal mewarisi kondisi perekonomian yang menantang, ruang fiskal yang sangat sempit akibat tingginya beban utang negara, serta tuntutan besar untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional.


Comments


bottom of page